{"id":666,"date":"2021-08-29T08:27:47","date_gmt":"2021-08-29T01:27:47","guid":{"rendered":"https:\/\/hmtg.tg.itera.ac.id\/?p=666"},"modified":"2021-08-29T08:38:28","modified_gmt":"2021-08-29T01:38:28","slug":"metode-seismik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hmtg.tg.itera.ac.id\/?p=666","title":{"rendered":"Metode Seismik"},"content":{"rendered":"\n<p>Seperti yang sudah disampaikan di postingan sebelumnya, kita akan mulai bahas metode dalam geofisika. Sedikit <em>review<\/em>, didalam geofisika dibagi menjadi empat metode utama, yaitu metode seismik, metode gravitasi, metode magnetik, dan metode geolistrik.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Nah, <\/em>di kesempatan kali ini kita akan belajar bersama mengenai <strong>METODE SEISMIK<\/strong>. Apa <em>sih<\/em> metode seismik itu? Dan bagaimana cara kerjanya?<\/p>\n\n\n\n<p>Tapi sebelum itu kita harus mengenal terlebih dahulu <em>nih<\/em> yang namanya gelombang seismik. Gelombang seismik adalah gelombang elastik yang merambat dalam bumi. Bumi sebagai medium gelombang terdiri dari beberapa lapisan batuan dengan sifat fisis antara satu lapisan dengan lapisan lainya berbeda. Perbedaan sifat medium ini menyebabkan gelombang seismik yang merambat akan memantulkan sebagian energinya dan akan meneruskan sebagian energi lainnya ke medium di bawahnya (Telford, 1990). Gelombang seismik dapat dibedakan menjadi dua tipe sebagai berikut<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li><strong>Gelombang badan (<em>body wave<\/em>)<\/strong> merupakan gelombang yang merambat pada interior atau tubuh bumi sendiri. Gelombang ini terdiri dari gelombang primer yang merambat secara longitudinal dan gelombang sekunder yang merambat secara transversal.<\/li><li><strong>Gelombang permukaan (<em>surface wave<\/em>)<\/strong> merupakan gelombang permukaan hanya merambat pada permukaan bumi. Gelombang ini terdiri dari gelombang <em>Love d<\/em>an <em>Rayleigh<\/em>. Metode seismik merupakan salah satu metode yang sering digunakan dalam dalam geofisika untuk mengidentifikasi struktur geologi bawah permukaan.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Metode seismik<\/strong> adalah salah satu metode eksplorasi yang didasarkan pada pengukuran respon gelombang seismik (suara) yang dimasukkan ke dalam tanah dan kemudian direfleksikan atau direfraksikan sepanjang perbedaan lapisan tanah atau batas-batas batuan. Sesuatu yang menghasilkan gelombang seismik disebut dengan sumber seismik. Sumber seismik umumnya adalah palu godam (<em>sledgehammer<\/em>), benda bermassa besar yang dijatuhkan, truk vibroseis, ledakan dinamit, dan lain sebagainya. Respons yang tertangkap dari tanah diukur dengan sensor yang disebut dengan geofon. Sinyal-sinyal yang ditangkap dalam geofon akan melalui berbagai macam pengolahan sehingga bisa menginterpretasikan kondisi bawah permukaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Eksperimen seismik aktif pertama kali dilakukan pada tahun 1845 oleh Robert Mallet, yang oleh kebanyakan orang dikenal sebagai bapak seismologi instrumentasu. Mallet mengukur waktu transmisi gelombang seismik, yang dikenal sebagai gelombang permukaan, yang dibangkitkan oleh sebuah ledakan. Mallet meletakan sebuah wadah kecil berisi merkuri pada beberapa jarak dari sumber ledakan dan mencatat wkatu yang diperlukan oleh merkuri untuk be-riak. Pada tahun 1909, Andrija Mohorovicic menggunakan waktu jalar dari sumber gempabumi untuk eksperimennya dan menemukan keberadaan bidang batas antara mantel dan kerak bumi yang sekarang disebut sebagai Moho. Pemakaian awal observasi seismik untuk eksplorasi minyak dan mineral dimulai pada tahun 1920-an. Teknik seismik refraksi digunakan secara intensif di Iran untuk membatasi struktur yang mengandung minyak. Tetapi, sekarang seismik refleksi merupakan metode terbaik yang digunakan di dalam eksplorasi minyak bumi. Metode ini pertama kali didemonstrasikan di Oklahoma pada tahun 1921.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"762\" height=\"328\" src=\"https:\/\/hmtg.tg.itera.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/g1.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-668\" srcset=\"https:\/\/hmtg.tg.itera.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/g1.jpg 762w, https:\/\/hmtg.tg.itera.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/g1-300x129.jpg 300w, https:\/\/hmtg.tg.itera.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/g1-594x256.jpg 594w\" sizes=\"auto, (max-width: 762px) 100vw, 762px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Metode ini memiliki tiga tahapan yaitu : akuisisi, pengolahan data dan interpretasi. Akuisisi merupakan tahap awal pengambilan data di lapangan, data yang diperoleh dari lapangan berupa <em>field tape<\/em> akan melalui beberapa proses pengolahan data hingga&nbsp; menghasilkan&nbsp; data yang dapat diinterpretasi dengan baik. Dalam penggunaannya, metode seismik terbagi menjadi 2 macam, yaitu seismik refraksi dan seismik refleksi.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Yuk, <\/em>kita bahas satu persatu!!<\/p>\n\n\n\n<!--nextpage-->\n\n\n\n<p>1.  <strong>Metode Seismik Refraksi<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Seismik refraksi<\/strong> adalah Metode seismik refraksi merupakan metode geofisika yang digunakan untuk mengetahui&nbsp; penampang&nbsp; struktur&nbsp; bawah&nbsp; permukaan dan merupakan&nbsp; salah&nbsp; satu&nbsp; metode untuk memberikan tambahan informasi yang diharapkan dapat menunjang dalam penelitian lainnya yang menggunakan prinsip pembiasan dari Hukum Snell. Dimana memanfaatkan pembiasan gelombang seismik oleh lapisan batuan atau tanah untuk mengkarakterisasi kondisi geologi bawah permukaan dan struktur geologi . Seismik refraksi dapat dimanfaatkan dalam geologi rekayasa, rekayasa geoteknik dan geofisika eksplorasi. Metode seismik refraksi menggunakan prinsip bahwa gelombang seismik memiliki kecepatan yang berbeda di berbagai jenis tanah atau batuan. Gelombang dibiaskan ketika melintasi batas antara berbagai kondisi tanah atau batuan dengan sudut kritis tertentu jika terdapat lapisan berbeda dengan kecepatan lebih besar pada lapisan dibawahnya dibandingkan dengan lapisan batuan\/tanah diatasnya.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/hmtg.tg.itera.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/srefrak.jpg\" alt=\"Gambar 2. Ilustrasi akuisisi  seismik refraksi\" class=\"wp-image-669\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p>Parameter yang diamati adalah karakteristik waktu tiba gelombang pertama (<em>first break)<\/em> pada masing- masing geofon, yaitu waktu tiba gelombang P yang memiliki kecepatan rambat paling cepat. Parameter jarak dan waktu penjalaran gelombang dihubungkan dengan cepat rambat gelombang dalam medium yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi kondisi batuan bawah permukaan.<\/p>\n\n\n\n<p>2. <strong>Metode Seismik Refleksi<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Seismik Refleksi termasuk metode geofisika eksplorasi yang menggunakan prinsip seismologi untuk dapat mengetahui sifat-sifat batuan yang ada di bawah permukaan bumi dari respon gelombang seismik refleksinya (gelombang pantul).<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"575\" height=\"383\" src=\"https:\/\/hmtg.tg.itera.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/sreflek.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-671\" srcset=\"https:\/\/hmtg.tg.itera.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/sreflek.jpg 575w, https:\/\/hmtg.tg.itera.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/sreflek-300x200.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 575px) 100vw, 575px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Seismik refleksi menggunakan gelombang elastis yang dipancarkan oleh suatu sumber getar yang biasanya berupa ledakan dinamit (pada umumnya digunakan di darat, sedangkan di laut menggunakan sumber getar (pada media air menggunakan sumber getar berupa air gun, <em>boomer<\/em> atau <em>sparker<\/em>). Gelombang bunyi yang dihasilkan dari ledakan tersebut menembus sekelompok batuan di bawah permukaan yang nantinya akan dipantulkan kembali ke atas permukaan melalui bidang reflektor yang berupa batas lapisan batuan. Gelombang yang dipantulkan ke permukaan ini diterima dan direkam oleh alat perekam yang disebut <em>geophone<\/em> (di darat) atau <em>Hydrophone<\/em> (di<br>laut), (Badley, 1985). Refleksi dari suatu horison geologi mirip dengan gema pada suatu muka tebing atau jurang. Metode seismik refleksi banyak dimanfaatkan untuk keperluan eksplorasi perminyakan, penetuan sumber gempa ataupun mendeteksi struktur lapisan tanah. Seismik refleksi hanya mengamati gelombang pantul yang datang dari batas-batas formasi geologi. Seismik refleksi ini, dikonsentrasikan pada energi yang diterima setelah getaran awal diterapkan. Secara umum, sinyal yang dicari adalah gelombang-gelombang yang terpantulkan dari semua <em>interface <\/em>antar lapisan di bawah permukaan. Analisis yang dipergunakan dapat disamakan dengan <em>echo sounding <\/em>pada teknologi bawah air, kapal, dan sistem radar. Informasi tentang medium juga dapat diekstrak dari bentuk amplitudo gelombang refleksi yang direkam. Struktur bawah permukaan dapat cukup kompleks, tetapi analisis yang dilakukan masih sama dengan seismik refraksi, yaitu analisis berdasar kontras parameter elastisitas medium.<\/p>\n\n\n\n<p>Referensi:<br><\/p>\n\n\n\n<p>Telford., G. S. (1990). Applied Geophysics Second Edition. Melbourne: Cambridge University Press<br><a href=\"https:\/\/www.slideshare.net\/nurulamalia56829\/metode-seismik\">https:\/\/www.slideshare.net\/nurulamalia56829\/metode-seismik<\/a><br><em>Badley<\/em>, M.E., <em>1985<\/em>, Practical Seismic Interpretation, International Human. Resources Development Co.<br>Randa Kurniawan, 2016. Analisis penyebaran batupasir formasi Talangakar berdasarkan data seismik dan data log pada lapangan &#8220;R&#8221; sub cekungan Palembang Selatan. Jakarta : FTKE &#8211; Usakti<\/p>\n\n\n\n<p>Divisi Penelitian dan Pengembangan<br>Departemen Keilmuan<br>Divisi Pusat Data<br>Departemen Media dan Informasi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Seperti yang sudah disampaikan di postingan sebelumnya, kita akan mulai bahas metode dalam geofisika. Sedikit review, didalam geofisika dibagi menjadi empat metode utama, yaitu metode seismik, metode gravitasi, metode magnetik, dan metode geolistrik. Nah, di kesempatan kali ini kita akan belajar bersama mengenai METODE SEISMIK. Apa sih metode seismik itu? Dan bagaimana cara kerjanya? Tapi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[20],"tags":[],"class_list":["post-666","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-materi","clearfix","post-index","fader"],"jetpack_featured_media_url":"","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hmtg.tg.itera.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/666","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hmtg.tg.itera.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hmtg.tg.itera.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hmtg.tg.itera.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hmtg.tg.itera.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=666"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/hmtg.tg.itera.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/666\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":679,"href":"https:\/\/hmtg.tg.itera.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/666\/revisions\/679"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hmtg.tg.itera.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=666"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hmtg.tg.itera.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=666"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hmtg.tg.itera.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=666"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}